Selasa, 11 September 2012

Strategi Penjual Options: Sell Put (dan Sell Call) Termasuk Jurus Terlarang!!

Karena ada pertanyaan dari salah satu anggota perguruan tentang apakah ada yang mau membeli saham darinya di harga 200% dari harga pasar jika dia mengeksekusi Put yang sudah dibelinya, maka saya akan jelaskan bahwa ada posisi yang berlawanan dari Pembeli put yaitu Penjual Put (Put option seller).
Karena merupakan lawannya, maka dengan mudah kita bisa memperkirakan konsekuensi options seller yang tentunya kebalikan dari options buyer.
Yaitu , jika Pembeli Put berhak menjual saham di harga strike price, maka Penjual Put punya "KEWAJIBAN" membeli saham yang dijual oleh Pembeli Put di harga strike price meski harga di pasar jauh dibawah harga strike price tersebut.

Perbandingan antara Options Buyer dan Options Seller
Keterangan Call buyer Call Seller Put buyer Put Seller
Hak/Kewajiban Hak Beli Wajib Jual Hak Jual Wajib Beli
Perkiraan arah Naik Turun Turun Naik
Maksimal Rugi Terbatas Tidak Terbatas Terbatas Tidak Terbatas
Maksimal Untung Tidak Terbatas Terbatas Tidak Terbatas Terbatas


Oke, kita lihat detail strategi Jual Put:
Perkiraan arah                       : Sideways to Bullish (mendatar atau naik)
Resiko                                   : Tidak Terbatas
Pengaruh penyusutan waktu   :  Menguntungkan
Maksimum keuntungan           : Terbatas
Break Even point                   :  Put strikeprice  - premi Put
Pemilihan saham                    :  Likuid artinya rata-rata volume perhari di atas 500.000 lembar
Pemilihan  options                  : Open interest minimal 500 kontrak
Expiration                              : Semakin pendek semakin baik
Strike price                            : Pilih beberapa strike OTM(out the money), semakin OTM semakin baik.

Kelebihan:
1.Penyusutan time value menguntungkan.
2.Mendapat profit walaupun apabila saham naik, tetap, ataupun turun sampai ke BEP.
3.Bisa digunakan sebagai cara untuk mendapatkan diskon saat hendak membeli/menawar sebuah saham.

Kekurangan:
1.Potensi keuntungan maksimum yang terbatas tidak seimbang dengan potensi kerugian yang bisa dialami jika harga saham turun dibawah BEP sampai dengan $0.
2.Dibutuhkan modal yang besar karena broker akan meminta jaminan dengan cara membekukan uang jaminan tersebut di account kita.

Strategi ini disebut juga dengan Sell "Naked" Put, maksudnya adalah kita menjual put options saja pada saham tertentu tanpa dikombinasi dengan membeli/menjual saham tersebut dan juga tidak mengkombinasikannya dengan strategi options yang lain.

Untuk lebih jelasnya Lihat contoh:
Pada 3 januari 2012 saham ABCD berada pada harga $40
Put options pada saham ABCD  expired Februari 2012 strike price $37,5  harganya $0,35 perlembar

Trader yang melakukan Sell Put Options (Short Put) akan:
1. Menerima premi $0.35
2. Mempunyai kewajiban membeli di harga $37,5 apabila dieksekusi oleh Put option Buyer (yang mempunyai hak jual)

Oke, supaya tidak bertele-tele, langsung saja kita lihat hasil dari berbagai skenario situasi yang mungkin terjadi.

Tabel Perhitungan Profit/Loss

Skenario Saat expiration
Harga saham
(US$)
Nilai Put option
Strike price - harga saham
(US$)
Profit/loss
(US$)
1 80 0 0,35 (max reward)
2 60 0 0,35 (max reward)
3 40 0 0,35 (max reward)
4 37,50 0 0,35 (max reward)
5 37,15 0,35
0 (BEP)
6 30 7,5 7,15
7 20 17,5 -17,15
8 10 27,5 -27,15
9 0 37,5 -37,15 (max risk)

Perhatikan bahwa berapapun kenaikan harga saham, keuntungan Put seller tetap sebesar premi yang diterima (maximum reward), sedangkan apabila harga saham jatuh dibawah BEP, maka kerugian tidak terbatas sampai saham menjadi 0 (maximum risk)

Mungkin saja karena sell OTM atau Far OTM put option, seorang trader bisa memperoleh profit berkali-kali akibat options tersebut expired worthless, namun apabila terjadi kesalahan satu kali saja, besar kemungkinan seluruh profit itu tidak cukup untuk menutupi satu kali Loss....
Karena resiko yang sangat besar itu, strategi Sell "naked" Put ini "BUKAN UNTUK PEMULA!!!".
Bahkan di optionsxpress, hanya trader level "Jounin"(level 4) dan trader level "Hokage"(level 5) yang boleh melakukannya.
Bagi yang masih "Genin" (level 2), ini hanya sekedar untuk pengetahuan saja. Saya sendiri level 4, meski bisa melakukan strategi ini, hanya dipakai di virtual trading, namun tidak pernah dicoba di real trading. Masih banyak strategi yang jauh lebih menguntungkan dengan resiko yang lebih rendah daripada Sell Naked Put.

Begitu juga dengan Sell "Naked" Call. Untuk penjelasan bisa dipahami dari Tabel Perbandingan antara Options Buyer dan Options Seller.
Sementara untuk contoh bisa dibuat sendiri menggunakan contoh Sell Put. Jadi kalau Sell Put sudah paham, Sell Call juga pasti bisa memahami sendiri....:)
Intinya:  Jika Pembeli Call mempunyai "HAK" membeli saham di harga strike price, maka Penjual Call punya "KEWAJIBAN" menjual saham yang akan dibeli oleh Pembeli Call di harga strike price meski harga di pasar jauh diatas harga strike price tersebut.

Oke...bisa dimengerti....???? Pasti bisa !!!

Tidak ada komentar: